Informasi lainnya lihat ke atas, silahkan pilih sesuai tahun penerbitan

Kamis, 02 Mei 2013

Penyuluhan Filariasis


Filariasis adalah penyakit zoonosis menular yang banyak ditemukan di wilayah tropika seluruh dunia. Penyebabnya adalah sekelompok cacing parasit nemtoda yang tergolong superfamilia Filarioidea yang menyebabkan infeksi sehingga berakibat munculnya edema. Gejala yang umum terlihat adalah terjadinya elefantiasis, berupa membesarnya tungkai bawah (kaki) dan kantung zakar (skrotum), sehingga penyakit ini secara awam dikenal sebagai penyakit kaki gajah. Walaupun demikian, gejala pembesaran ini tidak selalu disebabkan oleh filariasis.
Filariasis biasanya dikelompokkan menjadi tiga macam, berdasarkan bagian tubuh atau jaringan yang menjadi tempat bersarangnya: filariasis limfatikfilariasis subkutan (bawah jaringan kulit), dan filariasis rongga serosa (serous cavity). Filariasis limfatik disebabkan Wuchereria bancroftiBrugia malayi, dan Brugia timori[1]. Gejala elefantiasis (penebalan kulit dan jaringan-jaringan di bawahnya) sebenarnya hanya disebabkan oleh filariasis limfatik ini. B. timori diketahui jarang menyerang bagian kelamin, tetapi W. bancrofti dapat menyerang tungkai dada, serta alat kelamin. Filariasis subkutan disebabkan oleh Loa loa (cacing mata Afrika), Mansonella streptocercaOnchocerca volvulus, danDracunculus medinensis (cacing guinea). Mereka menghuni lapisan lemak yang ada di bawah lapisan kulit. Jenis filariasis yang terakhir disebabkan oleh Mansonella perstans dan Mansonella ozzardi, yang menghuni rongga perut. Semua parasit ini disebarkan melalui nyamuk ataulalat pengisap darah, atau, untuk Dracunculus, oleh kopepoda (Crustacea).
Selain elefantiasis, bentuk serangan yang muncul adalah kebutaan Onchocerciasis akibat infeksi oleh Onchocerca volvulus dan migrasi microfilariae lewat kornea. Filariasis ditemukan di daerah tropis AsiaAfrikaAmerika Tengah dan Selatan, dengan 120 juta manusia terjangkit. WHO mencanangkan program dunia bebas filariasis pada tahun 2020.

Berkas:Filariasis 01.png













Penyakit Kaki Gajah atau Filariasis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh cacing Filaria yang ditularkan melalui berbagai jenis nyamuk.
Penyakit ini bersifat menahun (kronis) dan bila tidak mendapatkan pengobatan, dapat menimbulkan cacat menetap berupa pembesaran kaki, lengan dan alat kelamin baik perempuan maupun laki-laki. Penyakit ini cukup banyak ditemukan di Indonesia.
Cara Penularan
Penyakit ini ditularkan melalui nyamuk yang menghisap darah seseorang yang telah tertular sebelumnya. Darah yang terinfeksi dan mengandung larva dan akan ditularkan ke orang lain pada saat nyamuk yang terinfeksi menggigit atau menghipas darah orang tersebut.
Tidak seperti Malaria dan Demam berdarah, Filariasis dapat ditularkan oleh 23 spesies nyamuk dari genus Anopheles, Culex, Mansonia, Aedes & Armigeres. Karena inilah, Filariasis dapat menular dengan sangat cepat.
Gejala klinis
Gejala Filariais Akut dapat berupa:
  • Demam berulang-ulang selama 3-5 hari, demam dapat hilang bila istirahat dan muncul lagi setelah bekerja berat
  • Pembengkakan kelenjar getah bening (tanpa ada luka) didaerah lipatan paha, ketiak (lymphadenitis) yang tampak kemerahan, panas dan sakit
  • Radang saluran kelenjar getah bening yang terasa panas dan sakit yang menjalar dari pangkal kaki atau pangkal lengan kearah ujung (retrograde lymphangitis)
  • Filarial abses akibat seringnya menderita pembengkakan kelenjar getah bening, dapat pecah dan mengeluarkan nanah serta darah
  • Pembesaran tungkai, lengan, buah dada, buah zakar yang terlihat agak kemerahan dan terasa panas (early lymphodema)
Gejala klinis yang kronis berupa pembesaran yang menetap (elephantiasis) pada tungkai, lengan, buah dada, buah zakar (elephantiasis skroti).
Diagnosis
Bila seseorang tersangka Filariasis ditemukan tanda-tanda dan gejala klinis, diagnosis dilakukan dengan pemeriksaan darah jari yang dilakukan mulai pukul 20.00 malam waktu setempat. Seseorang dinyatakan sebagai penderita Filariasis, apabila dalam darah ditemukan mikrofilaria.
Pencegahan
Pencegahan dapat dilakukan dengan:
  • Berusaha menghindarkan diri dari gigitan nyamuk penular
  • Membersihkan tanaman air pada rawa-rawa yang merupakan tempat perindukan nyamuk, menimbun, mengeringkan atau mengalirkan genangan air sebagai tempat perindukan nyamuk
  • Membersihkan semak-semak disekitar rumah


Penyuluhan Kesehatan di Majelis Taklim







Selasa, 30 April 2013

Penyuluhan Kesehatan dan Pemantauan Wilayah















Terkait TUPOKSI Kesmas dalam gambar







Bulan Vitamin A Kelurahan Meruya Selatan


Vitamin A
Macam-macam sumber vitamin A, Fungsi dan manfaat vitamin A bagi tubuh dan Gejala kekurangan vitamin A (Defisiensi). Vitamin A sangat penting untuk pemeliharaan sel kornea mata, membantu pertumbuhan tulang dan gigi, pembentukan dan pengaturan hormon, serta melindungi tubuh terhadap kanker. Vitamin A banyak terdapat pada sayur-sayuran (wortel, ubi, labu kuning, bayam, tomat), buah-buahan (pepaya), susu, keju, mentega, dan telur.

Jika tubuh kurang vitamin A menyebabkan penurunan fungsi kornea hingga kebutaan, perubahan bentuk tulang, pertumbuhaannya terhambat, membentuk celah (kerusakan pada gigi), terhentinya pertumbuhan sel-sel pembentuk gigi

Macam-macam Sumber Vitamin A


1. Sereal
Berasal dari jagung kuning dan gandum

2. Umbi-umbian
Umbi-umbian yang mengandung banyak vitamin A adalah ubi kuning, ubi kuning kukus, ubi jalar merah, ubi rambat merah,

3. Biji-bijian
Dari biji-bijian atau kacang-kacangan adalah kacang ercis dan kacang merah

4.Sayuran
Sayuran yang mengandung banyak vitamin A diantaranya bakung, bayam, bayam keripik goreng, bunkil daun talas, bayam merah, daun genjer, daun jambu, daun jambu mete, daun kacang panjangl, serta daun hijauan lainnya, Gandaria, kacang panjang, kankung, kol cina, labu kuning, pak soy, putri malu, ranti muda, rumput laut, sawi, semanggi, terong hintalo dan wortel.

5. Buah-buahan
Contohnya adalah apel, buah negeri, kesemek, mangga, pepaya, pisang, sowa serta sukun.

6. Hewani
Sumber vitamin A Hewani berasal dari daging ayam, bebek, ginjal domba, hati sapi, hati ayam, sosis hati, berbagai jenis ikan (baronang, cakalang, gabus, kawalinya, kima, lehoma, malugis, rajungan, sarden, sunu, titang dan tongkol), telur ikan dan juga telur asin.

7. Hasil olahan
Selain vitamin A alami ada juga yang berasal dri olahan seperti kepala susu, mentega, minyak ikan, minyak kelapa sawit, tepung ikan serta tepung susu. 

Makanan yang mengandung vitamin A Tinggi


  • hati (sapi, babi, ayam, kalkun, ikan) (6500 mg 722%)
  • wortel (835 ug 93%)
  • brokoli daun (800 mg 89%)
  • ubi jalar (709 mg 79%)
  • mentega (684 mg 76%)
  • kangkung (681 ug 76%)
  • bayam (469 ug 52%)
  • labu (400 mg 41%)
  • collard hijau (333 mg 37%)
  • Keju cheddar (265 mg 29%)
  • melon melon (169 mg 19%)
  • telur (140 mg 16%)
  • aprikot (96 mg 11%)
  • pepaya (55 mg 6%)
  • mangga (38 mg 4%)
  • kacang (38 mg 4%)
  • brokoli (31 mg 3%)
  • susu (28 mg 3%)

Fungsi Vitamin A Bagi Tubuh


1. Menjaga kesehatan mata.
Vitamin A sangat berperan dalam pembentukan indera penglihatan. Vitamin ini akan membantu mengubah sinyal molekul dari sinar atau cahaya yang diterima retina untuk menjadi suatu proyeksi gambar di otak kita.

2. Mencegah terjadinya kanker
Vitamin A dapat membantu sel untuk bereproduksi secara normal. Jika sel-sel tersebut tidak bereproduksi secara normal, bisa berubah menjadi pra-kanker.

3. Diperlukan untuk Ibu Hamil
Vitamin A juga sangat baik bagi ibu hamil. Karena dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan embrio dan janin, serta akan mempengaruhi gen untuk perkembangan organnya.

4. Mencegah infeksi, meningkatkan kekebalan tubuh
Vitamin A melindungi tubuh dari inveksi organisme asing seperti bakteri patogen. Vitamin ini akan meningkatkan aktivitas kerja dari sel darah putih dan antibodi di dalam tubuh, sehingga tubuh menjadi lebih resisten terhadap senyawa toksin ataupun serangan mikroorganisme parasit.

Tanda-tanda Kekurangan Vitamin A


Pernah dengar berat bayi lahir rendah? Pasti pernah kan. Nah, berat bayi lahir rendah yang terjadi dapat memunculkan adanya kekurangan vitamin A. Karena bayi dengan berat rendah, dimana berat badan bayi kurang dari 2,5 Kg lebih mudah terancam kekurangan vitamin A. Pada perkembangan umurnya jika sang bayi tidak segera ditangani mendapatkan asupan vitamin A, penyakit seperti rabun senja, xerosis kornea akan dideritanya.

Penyakit lain seperti penyakit paru-paru autoimun dan ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut). Penyakit paru ini akibat kurangnya berbagai vitamin termasuk vitamin A. Biasanya penyakit autonium pada paru-paru ini menyerang orang dewasa yang punya kebiasaan merokok. Namun dapat juga menyerang bayi jika kekurangan asupan vitamin A. Karena menurut tabel defisiensi vitamin, bahwa vitamin A yang memberi pengaruh lebih besar terhadap sel T pada tubuh. Sel T inilah yang berpengaruh pada imunitas tubuh. 

Penyakit akibat kekurangan Vitamin A


– Hemeralopia yang timbul karena menurunnya kemampuan sel basilus pada waktu senja 
– Bintik bitot (kerusakan pada retina) 
– Seroftalmia (kornea mata mengering karena terganggunya kelenjar air mata) 
– Keratomalasi (kornea mata rusak sama sekali karena berkurangnya produksi minyak meibom) 
– Frinoderma (kulit kaki dan tangan bersisik karena pembentukan epitel kulit terganggu) 
– Pendarahan pada selaput usus, ginjal, dan paru-paru karena rusaknya epitel organ 
– Proses pertumbuhan terhenti 














Monday, 7 January 2013, 8:55 | Artikel BALITA | 0 Comment | 1256 Views
by Bayi Sehat
 Ayooo teman buruan ajak ibu ke posyandu / puskesmas terdekat untuk mendapatkan vit. A Gratissss
MATA adalah jendelan dunia, demikian orang bijak mengibaratkan. Keindahan alam semesta kita rasakan dengan indra mata kita. Tidak terbayangkan gelapnya dunia tanpa sempurnanya fungsi mata kita, sehingga menjaga kesehatan mata menjadi kewajiban kita semua sejak masa balita.
Mata yang sehat ditandai dengan kornea (selaput bening yang menutupi bagian hitam dari mata) yang jernih transparan dan tembus pandang. Konjungtiva (bagian putih mata) terlihat putih warnanya. Bagian tengah mata tampak hitam, kelopak mata dapat membuka dan menutup dengan baik serta pertumbuhan bulu mata teratur mengarah ke luar.
Salah satu unsur zat gizi yang sangat diperlukan dalam rangka menjaga kesehatan mata adalah vitamin A, terutama untuk para Balita. Vitamin A tidak bisa dibuat oleh tubuh, jadi harus dipenuhi dari luar, yaitu melalui makanan. Ada berbagai bentuk vitamin A, yaitu bentuk jadi vitamin A (retinol) dan bentuk provitamin A (karatenoid). Vitamin A bentuk jadi terdapat pada mamalia dan ikan, sedangkan provitamin A terdapat dalam sayur-sayuran berwarna hijau tua dan beberapa buah berwarna jingga.
Provitamin A akan diubah menjadi vitamin A aktif di dalam usus. Contoh sumber vitamin A adalah bayam, daun singkong, pepaya yang warnanya jingga yang matang, hati dan kuning telur. Air Susu Ibu (ASI) adalah sumber vitamin A yang paling baik untuk bayi dan anak sampai dua tahun.
Karatenoid (provitamin A) jika dimakan berlebihan menyebabkan jaringan lemak dan kulit berwarna kekuning-kuningan. Selain untuk menjaga kesehatan mata, vitamin A berguna untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mencegah anak dari kesakitan serta kematian.
Balita sangat membutuhkan vitamin A untuk kesehatannya. Anak yang kekurangan vitamin A akan mudah terkena infeksi dan terancam mengalami rabun senja. Kekurangan vitamin A membuat mata menjadi kering. Hal ini karena selaput lendir dan selaput bening mata mengalami kekeringan. Jika berlarut-larut akan menyebabkan penebalan selaput lendir, berlipat-lipat, dan berkerut, tampak bercak putih seperti busa sabun (bercak Bitot). Selanjutnya selaput bening mata akan mengalami perlukaan dan akhirnya bisa mengakibatkan kebutaan permanen yang tidk bisa dipulihkan lagi.
Kelompok-kelompok yang berisiko kekurangan vitamin A adalah bayi berat lahir rendah (BBLR), kurang dari 2.500 gram. Hal ini karena biasanya bayi lahir rendah ini berasal dari ibu yang kekurangan gizi. Ibu yang kurang gizi akan melahirkan anak yang kurang gizi pula, yang berpotensi menderita gangguan gizi lain di samping kekurangan vitamin A. Yang kedua adalah anak yang tidak mendapatkan ASI pada usia dininya. ASI adalah makanan terbaik bagi bayi –99% ibu sebetulnya bisa menyusui, hanya masalah psikologis yang bisa mempengaruhi tidak keluarnya ASI. Jadi tidak beralasan apabila ada ibu yang mengatakan tidak bisa memberi ASI karena air susunya tidak keluar, padahal semakin sering dihisap akan semakin banyak pula produksinya. Hal utama dalam menentukan kesuksesan pemberian ASI adalah kekuatan niat bagi ibu dan dukungan dari orang-orang sekitarnya.
Untuk mencegah kekurangan vitamin A, maka diadakan pemberian vitamin A dosis tinggi secara rutin dua kali dalam satu tahun. Suplementasi vitamin A dosis tinggi yang dilakukan secara berkala kepada anak, dimaksudkan, untuk menghimpun cadangan vitamin A dalam hati, agar tidak terjadi kekurangan vitamin A dan akibat buruk yang ditimbulkannya, seperti kebutaan dan kematian. Cadangan vitamin A dalam hati ini dapat digunakan sewaktu-waktu bila diperlukan. Pemberian vitamin A dosis tinggi pada bayi dan balita dilakukan melalui Puskesmas/Posyandu. Untuk bayi berumur 6-11 bulan diberikan kapsul vitamin A berwarna biru, dosisnya 100.000 IU. Untuk balita usia 1-5 tahun diberikan kapsul berwarna merah dengan dosis 200.000 IU.
Vitamin A bersifat larut dalam lemak, sehingga dosis yang terlalu tinggi dapat menyebabkan gejala-gejala keracunan. Biasanya anak merasa mual, sakit kepala, dan tidak nafsu makan. Cara pemberian dengan memotong dan memencet isinya ke dalam mulut anak, akan menghindari risiko anak menelan beberapa kapsul sekaligus. Walaupun efek samping tersebut bersifat sementara, namun harus diusahakan agar tidak sampai terjadi.
(dr. Warih Andan Puspitorini, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.)
Jadi tunggu apa lagi buruan bawa BALITA Anda ke Posyandu / Puskesmas / RS / DSA terdekat untuk mendapatkan Vitamin. A krn Agustus adalah bulannya pemberian Vitamin A


Selasa, 13 November 2012

Sosialisasi Kartu Jakarta Sehat (KJS)


Sosialisasi Kartu Jakarta Sehat
Alur Penggunaan Kartu Jakarta Sehat

Bertepatan dengan Hari Pahlawan, 10 November 2012, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meluncurkan Kartu Jakarta Sehat (KJS), namun hingga saat ini masih banyak masyarakat yang kurang faham cara atau alur penggunaan KJS.
Banyak masyarakat/pasien yang ingin berobat dengan cara langsung mendatangi Rumah Sakit terdekat dengan menunjukkan KJS atau KTP Jakarta, adapun alur atau tahapan penggunaan KJS adalah dimulai dari Puskesmas terdekat, jika pasien tidak bisa ditangani di Puskemas maka sang pasien akan dirujuk ke Rumah Sakit terkait dengan sakit yang diderita pasien.
Berikut beberapa hal yang wajib diketahui oleh Pasien KJS:
MEKANISME PENDAFTARAN KJS :
Peserta KJS adalah warga DKI Jakarta, dibuktikan dengan KTP / KK, 
diutamakan yang miskin dan kurang mampu
Mendaftarkan diri secara aktif ke Puskesmas terdekat
Kartu Gakin / Kartu Jamkesda lama dapat digunakan
SYARAT ADMINISTRASI UNTUK BEROBAT :
Membawa KTP DKI / KK (bagi yang belum mempunyai KTP)
HARUS berobat ke Puskesmas, jika diperlukan, baru akan diberikan rujukan ke RS
MANFAAT :
UGD Puskesmas atau RS
Rawat Jalan
Rawat inap di Puskesmas dan RS (kelas III)
Perawatan di ICU, ICCU, NICU, PICU, HCU, Isolasi
Tindakan penunjang dan Operasi
Penggunaan Ambulans (Puskesmas/RS/AGD Dinas Kesehatan)
Alur Pelayanan dan Rujukan KJS:




Ibu-Ibu PKK Kelurahan Meruya Selatan









Ringkasan materinya sebagai berikut :





SOSIALISASI  PADA TOKOH MASYARAKAT